Senin, 11 Mei 2009
Lucky Seven
Banyak juga pengalaman yang terjadi karena rumahku yang tanpa identitas ini. Misalnya kalo temen2ku mau dateng berkunjung, padahal mereka belum tau rumahku. ”Rumahmu nomer berapa nid?” wahh..kalo udah gitu, aku pasti langsung ngejelasain ancer2nya dengan detil dan seksama biar temenku itu nggak nyasar (secara rumahku g bernomer gitu). Untung aja, rumahku tergolong yang mudah dicari, soalnya di pinggir jalan raya persis.
Tapi yang paling kasian dari semua itu adalah pak pos ato kurir pengantar paket. Kebanyakan dari mereka (ato malah semuanya) mesti pada kesasar. Kalo udah gitu, aku cuma bisa cengar-cengir ke mereka, ”sulit ya pak nyari alamatnya?” tanyaku iseng. ”Nggak kok mbak, cuma sempet salah alamat 3x tadi”. Wekekekek!
Pernah juga di suatu siang, ada pak pos yang nganterin paket sambil ngeluh ”makanya mbak, paling nggak rumahnya dikasih papan nama biar gampang saya nyarinya”. Huhuhu..maaf ya pak.. Aku jadi nggak enak hati, karena kliatan jelas dari wajahnya yang berkeringat kelelahan (dan tentunya dengan sedikit emosi). Sudah pasti si bapak sedari tadi berusaha keras nyari alamat rumahku yang sok misterius ini.
Sebenarnya program penomeran rumah ini ada karena usul dari para pemuda-pemudi di dusunku. Dan sebagai penyempurnanya, dibuat juga nama2 gang (padahal jelas2 cuma ada satu gang di dusunku, aneh2 aja). Hmm..kok rasa2nya aku seperti hidup di desa jaman majapahit ya.. Tak mengenal nama jalan dan tak bernomer pula rumah2nya. Seperti desa tertinggal saja.
Yang jelas sekarang rumahku udah bernomer. Seven. What a lucky number! Semoga manusia-manusia yang hidup di dalamnya juga mendapat keberkahan yang sama ya.. Amin!
Naik Gunung
Dari dulu aku pengen banget naik gunung, rafting, caving, ato panjat tebing, pokoknya semua kegiatan2 yang biasanya dilakuin sama anak2 pecinta alam (meski nggak tau manfaatnya apa, hehe!). Satu-satunya olahraga khas anak pecinta alam yang pernah kulakuin adalah tracking, dan jujur saja aku jadi ketagihan buat ngrasain berbagai olahraga ekstrim lainnya.
Pernah juga aku nyobain parasailing waktu di Bali dulu. Sejauh mata memandang cuma ada laut dan saking tingginya sampe bisa ngliat bumi yang bulat! Wow! Rasanya puasss banget! (Sempet jorji juga bakal jatuh ke laut, soalnya aku nggak bisa renang, hehe!).
Belum lama ini, aku membaca mading sebuah komunitas pecinta alam dikampusku (PALMAE). Di sana diceritakan tentang perjalanan para anggotanya ke gunung lawu beserta dokumentasi berupa foto2 yang sumpah bikin aku merana karena iri, hiks! Aku sendiri jadi ikutan larut dalam cerita perjalanan mereka yang tentunya bukan tanpa masalah. Medan yang berat, cuaca yang nggak mendukung, dan belum lagi hal2 yang terjadi di luar dugaan, seperti sakit, rute pendakian yang ditutup. Dan untuk membayangkan bagaimana rasanya saja sudah membuatku sangat bersemangat! Sayang, aku tidak sefleksible itu.
Maksudku, aku nggak setega itu ninggalin keluargaku untuk melakukan hal2 yang menurut mereka berbahaya. Bukan, bukan karena aku manja. Tapi cuma nggak pengen aja ngliat mereka cemas. Padahal aku ngrasa mampu untuk melakukan kegiatan2 ekstrim itu (tentunya dengan ikut pelatihannya dulu) dan nggak ada hal lain lagi yang perlu dicemaskan. Sehat dan siap, itu kuncinya!
Buatku, kegiatan2 semacam itu adalah liburan yang sebenarnya. Bukan nonton, ato sekedar hangout di kafe ato shopping di mall. What a boring place!
Selain menyenangkan, kegiatan2 ala anak pecinta alam pastinya menyehatkan badan dan menyegarkan pikiran. Hmm..kapan ya aku bisa menyalurkan bakat radikalku ini? Fufu!
Ok, nikmati harimu! ^^
Jumat, 01 Mei 2009
Pusing Nyari Topik Skripsi
Aku juga bingung knapa aku udah mulai pusing nyari2 bahan skripsi, padahal aku juga nggak terlalu buru2 pengen lulus. Yang penting nggak lebih dari 4 taun aja, itu udah alhamdulillah.
Hm..ini pasti gara2 senin kmaren aku nemenin mas wisnu (akuntansi 05) yang mau pendadaran, makanya jadi sok prepare gini. Habisnya, kakak2 (yang ikutan nimbrung nyemangatin mas wisnu pendadaran) kemaren pada usil sih. Katanya, Kalo nggak dipikir dari sekarang ntar kamu pusing sendiri loh, minimal dicicil, nyari2 topiknya dulu. Biar habis kkn, bisa langsung fokus skripsi. Kalo berhasil, November nanti kamu bisa jadi lulusan tercepat loh..
Wow!
Aku langsung berapi-api!
Bukan mupeng jadi mahasiswa lulusan tercepat (sungguh aku tidak sebrilliant itu), tapi karena sugesti yang baru aja dikasi sama kakak2.
Well, jadilah aku sekarang browsing2 di internet.
Dan ternyata, mencari topik skripsi itu susah2 gampang.
*banyakan susahnya, daripada gampangnya*
Hiks!
Ok, kembali ke niat awal (mencari topik skripsi) ^^
Senin, 09 Maret 2009
Do not be late, ok?!
Tapi sumpah itu bikin bete banget, apalagi kalo dari awal emang udah niat buat ikut. Sama sekali bukan faktor yang disengaja. Ini murni karena takdir! You know what I mean khan? (fufu..membela diri sambil meyalahkan keadaan).
Yahh..tapi pada dasarnya telat itu memang merugikan. Salah-salah malah kita yang kena. So guys, sebisa mungkin jangan pernah telat yaa.. Itu penting buat mengatur mood kita sebelum acara yang sebenarnya dimulai. Kalo perlu datang satu jam lebih awal. Percayalah, itu akan lebih baik daripada kamu harus membuang kesempatan baik hanya gara-gara kamu teledor!
*serious*
Minggu, 08 Februari 2009
Kenali Kecerdasanmu
Banyak sekali hal menakjubkan terjadi dalam hidup kita. Kadang kala malah di luar nalar, hal-hal yang semestinya terjadi malah tidak terjadi. Seperti cita-cita menjadi dokter di masa kecil, tapi nasib mengharuskanku untuk menjadi calon akuntan (beda jauh khan?). Begitu keterima beneran di akuntansi, malah jadi bingung sendiri (secara ngitungin duit maya tiap hari! Mending kalo duit beneran apalagi milik sendiri, hoho!). Makanya kenali dulu bakat dan minatmu, sebelum memilih suatu jurusan apalagi cita-cita! Tanpa melalui tes IQ, sebenarnya kamu udah tahu bakatmu dari hobi atau kebiasaan yang kamu lakukan kok. Dalam sebuah buku1 yang barusaja kubaca (untuk yang kedua kalinya), aku menemukan hal menarik untuk diulas. Profesor dari Harvard, Howard Gardner, yakin bahwa setidaknya ada sepuluh kecerdasan, atau bahkan lebih (karena teori tentang kecerdasan majemuk terus berkembang). Lantas, kecerdasan mana yang kamu punya?
- Kecerdasan linguistik. Kamu merasa asik dengan kegiatan menulis, membaca, menyimak, dan berbicara, dan kamu melakukannya dengan santai. Kamu suka menghafal informasi dan menambah kosakata, dan mungkin kamu adalah seorang yang jago bercerita.
- Kecerdasan musikal. Kamu bisa mendeteksi ritme, pola, dan tempo pada hal-hal yang tampaknya tak memiliki faktor-faktor tersebut, seperti kicauan burung, suara jengkerik, dan bahkan musik tempo dulu yang disukai orang tuamu. Kamu bisa ”mendengar” nada dan titinada, dan mungkin kamu punya bakat dalam memainkan satu alat musik atau lebih, baik itu hanya dengan mendengarkan maupun lewat instruksi. Kamu bisa jadi suka banyak jenis aliran musik.
- Kecerdasan logika-matematika. Kamu secara naluri meletakkan segala sesuatu di tempatnya dan mampu memahami penjumlahan yang sering kali di luar kepala. Angka dan rumus matematika adalah hal sepele bagimu, dan kamu gandrung dengan permainan yang menantang otak, permainan logika, game dan komputer.
- Kecerdasan visual-spasial. Kamu langsung tahu kalau sebuah bangunan (atau lukisan atau orang) kurang simetris. Kalau kamu atlet, kamu bisa menentukan dengan hampir sempurna berapa derajat yang dibutuhkan untuk mencetak angka pada permainan hoki atau bola basket. Kamu mampu secara mental memutarbalikkan bentuk-bentuk yang rumit, dan kamu bisa menggambar apa pun yang kamu lihat. Kamu jago membongkar dan merangkaikan kembali barang-barang, dan kamu demen game.
- Kecerdasan tubuh-kinestetik. Kamu jago menangani dan memanipulasi objek, dan kamu mampu menggerakkan tubuh dengan anggun dan santai. Kamu suka sekali melatih tubuh hingga mencapai kondisi terbaik, dan kamu mungkin bisa menirukan orang lain dengan sempurna. Kamu mungkin berbakat, dalam satu jenis kerajinan tangan atau lebih, seperti memahat, menenun, menjahit.
- Kecerdasan interpersonal. Kamu bisa memahami orang lain dengan mudah, mengetahui suasana hati dan perasaan mereka. Kamu seorang pemimpin alami dan mediator yang andal. Kamu bisa menghentikan pertengkaran antara dua temanmu dan masih bisa menjalin hubungan yang baik dengan keduanya.
- Kecerdasan intrapersonal. Kamu paham betul tentang dirimu sendiri. Kamu amat mengerti akan perasaan, mimpi, dan ide yang kamu miliki, dan kamu setia pada sasaran hidupmu. Orang-orang mungkin bilang bahwa kamu ” bukan dirimu yang sebenarnya”. Kamu suka menulis catatan harian.
- Kecerdasan naturalis. Kamu merasakan adanya kaitan yang dalam dengan jagat raya dan penghuninya (tumbuhan dan binatang). Kamu suka meneliti dan mengamati dunia luar.
- Kecerdasan eksistensial. Kamu suka sekali dan punya bakat bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan sulit, seperti hakikat hidup dan mati, siapa kita sebenarnya, kenapa dunia bisa tercipta.
- Kecerdasan spiritual. Kamu amat sensitif dan memiliki minat pada hal-hal yang bersifat spiritual dan religius. Kamu mengalami pengembaraan spiritual dan pencerahan. Kamu bisa merasakan ”kehadiran” mahluk lain.
Nah lo, sekarang bingung khan sebenarnya bakatmu ada di mana? Soalnya dari sekian banyak kecerdasan yang diulas di sini, bisa saja kita masuk ke dalam beberapa kategori kecerdasan tersebut (termasuk aku, hehe). Tentunya bahasan di atas juga sesuai untuk para orang tua yang sedang berusaha mengenali bakat putra-putrinya. Mudah-mudahan bermanfaat! ^^
1 Espeland, Pamela. 2003. Buku Pintar Remaja Gaul. Bandung: Kaifa.
Selasa, 03 Februari 2009
Nida di mana
Tau lagunya Dinda Di Mana khan? Itu loh, yang dinyanyiin sama Katon Bagaskara di era 90-an. Nah, aku punya obsesi tersendiri sama lagu itu.
Mm..mm..
(malu ngomongnya)
mmmmmmmmm.. (hehe..masih malu)
mmmmmmmmmmmmmmmm.... (udah buruan ngomongnya!)
mm..jadi begini, aku punya obsesi buat ngganti nama Dinda di atas jadi Nida. Hehe, ngarep banget khan, bin nggak penting! Kayaknya romantis aja gitu kalo ada yang nyanyiin buat aku. Mwahahahaha! Saking mupengnya, sampai-sampai ringtone hapeku kupakein lagu itu. Hehe! Lagian mirip-mirip juga khan namaku sama Dinda. (beruntung banget si Dinda dibuatin lagu, jadi iri. Hiks!).
Nida di manakah kau berada?
Rindu aku ingin jumpa
Meski lewat nada...
Perhaps someday.. (dream on!)
*btw, kalo ada yang mau repot2 menciptakan lagu baru atau menggubah lagu tersebut dengan nama Nida dengan senang hati aku akan menerimanya, haha! ^^
Selasa, 27 Januari 2009
Lebam di tubuh
Akhir-akhir ini aku dapet pengalaman aneh. Bukan, bukan ketemu dedemit atau sejenisnya. Tapi kalo aku bangun tidur, aku sering mendapati tubuhku penuh lebam. Serius! Terutama dibagian tangan dan kaki. Memar gitu. Anehnya, sebelumnya aku nggak merasa pernah jatuh, kejedot, kesodok atau ngalamin kejadian-kejadian lain yang bisa bikin tubuhku lebam gini. Masak iya, aku tidurnya over acting? Berontak sana, berontak sini. Rasanya kok nggak mungkin buat orang sekalem aku. Hehe!
Hmm..aku jadi curiga sama ibu dan kedua adekku nih. Sapa tau mereka punya dendam pribadi ke aku. Trus waktu aku tidur mereka sebenarnya melakukan upaya pembunuhan diam-diam terhadap aku yang imut ini (tega banget sih). Mungkin aja selama tidur aku digebukin pake balok, ditimpukkin batu kali, atau dibekap pake bantal biar nggak bisa napas! (wahh2..ketauan maniak film sadis nih).
Atau jangan-jangan, malah aku yang melukai diriku sendiri. Kalo diliat dari kemungkinan apa yang telah dilakukan ibu dan kedua adekku sih mungkin aja, keturunan psiko! Hehe!
Aku nggak merasa kesakitan pas tidur. Juga nggak ngerasa pernah jatuh sebelumnya. Jadi aneh aja kalo tiba-tiba muncul lebam gitu. Cepet ilang sih, tapi juga cepet muncul lagi. Biasanya kulit disekeliling lebam tadi bakal menguning, mirip kalo kulit lagi dikasih revanol (itu loh, obat pengering luka). Ya..semoga ini cuma ketakutanku aja. Bisa aja lebam tadi cuma efek dari kecapekan biasa.
Kalo ada pembaca yang tau atau pernah punya pengalaman serupa, mohon bantuannya ya.. Lewat komentar atau cbox juga boleh, tapi kalo agak private bisa dikirim via imel ke andprasetya@gmail.com. Ditunggu responnya ya.. Makasi.. ^^